Coba perhatikan kemahabijaksanaan Allah yang telah menciptakan ingatan dan kelupaan yang khusus diberikan kepada manusia. Banyak sekali hikmah yang tersembunyi di balik itu di samping banyak sekali mashlahatnya bagi umat manusia. Sebab, kalaulah bukan karena kekuatan ingatan dan daya hafal yang khusus diberikan kepada manusia, niscaya semua urusan mereka akan kacau balau. Ia tidak akan tahu hak dan kewajibannya. Ia tidak akan tahu apa saja yang ia terima dan apa saja yang ia beri. Ia tidak akan tahu apa yang ia dengar dan apa yang lihat. Ia tidak tahu apa yang ia katakan dan apa yang dikatakan orang lain kepadanya. Ia tidak akan mengingat orang yang telah berbuat baik kepadanya dan tidak pula mengingat orang yang telah berbuat jahat kepadanya. Ia tidak akan mengenal orang yang bermuamalah (berinteraksi) dengannya. Ia tidak akan mengetahui orang yang akan memberinya manfaat dan harus ia dekati dan tidak pula mengetahui orang yang akan mencelakakannya dan harus ia jauhi.

Kemudian ia tidak akan mengetahui jalan yang pernah ia lalui sebelumnya meskipun ia telah melaluinya berulang kali. Ia tidak akan mengetahui ilmu meskipun ia mempelajarinya sepanjang umurnya. Pengalaman yang telah dilaluinya tidak bermanfaat baginya. Ia tidak bisa mengambil pengajaran dari masa lalunya. Bahkan kemungkinan besar ia akan terlepas dari sifat-sifat insani.

Cobalah perhatikan manfaat yang sangat besar itu bagi dirimu. Coba renungkan satu saja dari perkara tersebut, apalagi bila direnungkan seluruhnya!

Salah satu nikmat yang sangat besar atas umat manusia adalah nikmat lupa. Sebab, kalau manusia tidak lupa tentu ia tidak akan bisa terhibur dan tidak akan bisa terlepas dari kesedihan. Ia tidak akan bisa terhibur dari musibah. Ia tentu tidak bisa menghilangkan kesedihan. Ia tidak akan bisa melepaskan kedengkian. Ia tidak akan bisa menikmati kelezatan dunia karena selalu ingat musibah-musibah. Tentu ia tidak akan melupakan musuhnya dan tidak akan bisa melupakan balasan dari orang hasad atas dirinya.

Coba perhatikan nikmat Allah pada penciptaan daya hafal dan lupa ini, padahal keduanya sangat kontradiktif. Dan masing-masing dari kedua hal tersebut memiliki mashlahat tersendiri.

(Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq)


Leave a Reply