Archive for June, 2012

  • Calon Peserta mengisi Formulir pendaftaran secara online di alamat http://pmb.diploma.ipb.ac.id (klik Daftar) untuk mendapatkan Nomor Pendaftaran (8 Digit Angka).
  • Calon Peserta melakukan pembayaran melalui Cabang Bank BNI (pada hari dan jam kerja), ATM BNI, BNI Internet untuk mendapatkan PIN Pendaftaran (12 Digit Angka) dengan memberikan nomor pendaftaran (Nomor Pendaftaran & PIN merupakan satu kesatuan yang harus dijaga kerahasiannya).
    Lihat Tata Cara Pembayaran
  • Calon Peserta mengkases kembali http://pmb.diploma.ipb.ac.id, dan melakukan verifikasi (klik di sini) dan cetak kartu dengan memasukan Nomor Pendaftaran dan PIN Pendaftaran yang tertera di Bukti Pembayaran setelah melakukan pembayaran melalui Cabang BNI, ATM BNI, BNI Internet untuk mencetak Kartu Hadir Ujian
  • Calon peserta akan dikatakan resmi menjadi peserta jika sudah memiliki Kartu Hadir Peserta Ujian, Kartu Identitas Peserta Ujian.

Kontak Program Diploma IPB :
Kampus IPB Cilibende
Jl. Kumbang No 14 Bogor – 16151
Telepon : 0251-8329101
Fax : 0251-8329101

Jadwal Penting
Masa Pendaftaran Online : Senin 14 Juni Pukul 12.00 WIB – Selasa 31 Juli 2012 Pukul 18.00
Seleksi (Tes Tulis) :
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika
: Minggu 5 Agustus 2012 *)
Pengumuman penerimaan : Selasa 14 Agustus 2012 Pukul 14.00 WIB
Daftar Ulang : Senin – Selasa, 27 – 28 Agustus 2012
Awal Perkuliahan Semester Ganjil TA 2012-2013 : Senin, 3 September 2012

*) Waktu pasti akan ditetapkan kemudian

Lokasi Seleksi (Tes Tulis) : AHAD (MINGGU), 5 Agustus 2012, di :

  • Medan
  • Padang
  • Pekanbaru
  • Bogor
  • Purwakarta
  • Tasikmalaya
  • Cirebon
  • Magelang
  • Madiun

Lokasi ujian pada tiap-tiap daerah akan diumumkan menyusul.

Daftar Program Keahlian di Diploma IPB

KOMUNIKASI
Syarat :
SMU/SMK/SMK Semua Jurusan
EKOWISATA
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Pertanian, Kehutanan, Ekonomi, Sekretaris, Boga, Gizi, Pariwisata)Tinggi Badan Minimal : Pria (165), Wanita (155)
MANAJEMEN INFORMATIKA
Syarat :
SMU/MA(IPA)/SMK (Elektro, Grafika dan Informatika)
TEKNIK KOMPUTER
Syarat :
SMU/MA (IPA)/SMK (Mesin, Elektro, Listrik, Informatika, Grafika)
SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN
Syarat :
SMU/MA (IPA)/SMK (Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kimia, Farmasi)
MANAJEMEN INDUSTRI JASA MAKANAN DAN GIZI
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kimia, Boga, Gizi, Kesehatan, Farmasi)Tinggi Badan Minimal : Pria (165), Wanita (155)
TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH
Syarat :
SMU/MA (IPA)/SMK (Pertanian, Kehutanan, Perkebunan)
TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN PERIKANAN BUDIDAYA
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Pertanian, Perikanan)
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Pertanian dan Peternakan)
MANAJEMEN AGRIBISNIS
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, Ekonomi dan Akuntansi)
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI MANUFAKTUR/JASA
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan, Ekonomi, Akuntansi Serta Informatika)
ANALISIS KIMIA
Syarat :
SMU/MA (IPA)/SMK (Analisi Kimia dan Farmasi)
TEKNIK DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN
Syarat :
SMU/MA (IPA)/SMK (Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Peternakan, Kimia dan Perikanan)
AKUNTANSI
Syarat :
SMU/MA (Semua Jurusan)/SMK (Ekonomi, Akuntansi, Penjualan dan Sekretaris)
TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PRODUKSI PERKEBUNAN
Syarat :
SMU/MA (IPA)/SMK (Pertanian, Kehutanan, Perkebunan)
PARAMEDIK VETERINER
Syarat :
SMU/MA IPA/SMK (Peternakan)

Coba perhatikan kemahabijaksanaan Allah yang telah menciptakan ingatan dan kelupaan yang khusus diberikan kepada manusia. Banyak sekali hikmah yang tersembunyi di balik itu di samping banyak sekali mashlahatnya bagi umat manusia. Sebab, kalaulah bukan karena kekuatan ingatan dan daya hafal yang khusus diberikan kepada manusia, niscaya semua urusan mereka akan kacau balau. Ia tidak akan tahu hak dan kewajibannya. Ia tidak akan tahu apa saja yang ia terima dan apa saja yang ia beri. Ia tidak akan tahu apa yang ia dengar dan apa yang lihat. Ia tidak tahu apa yang ia katakan dan apa yang dikatakan orang lain kepadanya. Ia tidak akan mengingat orang yang telah berbuat baik kepadanya dan tidak pula mengingat orang yang telah berbuat jahat kepadanya. Ia tidak akan mengenal orang yang bermuamalah (berinteraksi) dengannya. Ia tidak akan mengetahui orang yang akan memberinya manfaat dan harus ia dekati dan tidak pula mengetahui orang yang akan mencelakakannya dan harus ia jauhi.

Kemudian ia tidak akan mengetahui jalan yang pernah ia lalui sebelumnya meskipun ia telah melaluinya berulang kali. Ia tidak akan mengetahui ilmu meskipun ia mempelajarinya sepanjang umurnya. Pengalaman yang telah dilaluinya tidak bermanfaat baginya. Ia tidak bisa mengambil pengajaran dari masa lalunya. Bahkan kemungkinan besar ia akan terlepas dari sifat-sifat insani.

Cobalah perhatikan manfaat yang sangat besar itu bagi dirimu. Coba renungkan satu saja dari perkara tersebut, apalagi bila direnungkan seluruhnya!

Salah satu nikmat yang sangat besar atas umat manusia adalah nikmat lupa. Sebab, kalau manusia tidak lupa tentu ia tidak akan bisa terhibur dan tidak akan bisa terlepas dari kesedihan. Ia tidak akan bisa terhibur dari musibah. Ia tentu tidak bisa menghilangkan kesedihan. Ia tidak akan bisa melepaskan kedengkian. Ia tidak akan bisa menikmati kelezatan dunia karena selalu ingat musibah-musibah. Tentu ia tidak akan melupakan musuhnya dan tidak akan bisa melupakan balasan dari orang hasad atas dirinya.

Coba perhatikan nikmat Allah pada penciptaan daya hafal dan lupa ini, padahal keduanya sangat kontradiktif. Dan masing-masing dari kedua hal tersebut memiliki mashlahat tersendiri.

(Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan al-Imam Ibnul Qayyim, Pustaka Darul Haq)

Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab-adab serta batasan-batasan dalam pergaulan. Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dampak buruk akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jelek, sebaliknya manfaat yang besar akan didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik.

Pengaruh Teman Bagi Seseorang

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Perintah Untuk Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek

Imam Muslim rahimahullah mencantumkan hadits di atas dalam Bab : Anjuran Untuk Berteman dengan Orang Shalih dan Menjauhi Teman yang Buruk”. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat permisalan teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’, ilmu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.” (Syarh Shahih Muslim 4/227)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan : “Hadits di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari 4/324)

Manfaat Berteman dengan Orang yang Baik

Hadits di atas mengandung faedah bahwa bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh kebaikan dari yang dilakukan teman kita.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan pertemanan dengan dua contoh (yakni penjual minyak wangi dan seorang pandai besi). Bergaul bersama dengan teman yang shalih akan mendatangkan banyak kebaikan, seperti penjual minyak wangi yang akan memeberikan manfaat dengan bau harum minyak wangi. Bisa jadi dengan diberi hadiah olehnya, atau membeli darinya, atau minimal dengan duduk bersanding dengannya , engkau akan mendapat ketenangan dari bau harum minyak wangi tersebut. Kebaikan yang akan diperoleh seorang hamba yang berteman dengan orang yang shalih lebih banyak dan lebih utama daripada harumnya aroma minyak wangi. Dia akan mengajarkan kepadamu hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamamu. Dia juga akan memeberimu nasihat. Dia juga akan mengingatkan dari hal-hal yang membuatmu celaka. Di juga senantiasa memotivasi dirimu untuk mentaati Allah, berbakti kepada kedua orangtua, menyambung silaturahmi, dan bersabar dengan kekurangan dirimu. Dia juga mengajak untuk berakhlak mulia baik dalam perkataan, perbuatan, maupun bersikap. Sesungguhnya seseorang akan mengikuti sahabat atau teman dekatnya dalam tabiat dan perilakunya. Keduanya saling terikat satu sama lain, baik dalam kebaikan maupun dalam kondisi sebaliknya.

Jika kita tidak mendapatkan kebaikan-kebaikan di atas, masih ada manfaat lain yang penting jika berteman dengan orang yang shalih. Minimal diri kita akan tercegah dari perbuatan-perbuatn buruk dan maksiat. Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, serta meninggalkan kejelekan. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak, dia juga akan memberimu manfaat dengan kecintaanya dan doanya kepadamu, baik ketika engkau masih hidup maupun setelah engkau tiada. Dia juga akan membantu menghilangkan kesulitanmu karena persahabatannya denganmu dan kecintaanya kepadamu. (Bahjatu Quluubil Abrar148)

Mudharat Berteman dengan Orang yang Jelek

Sebaliknya, bergaul dengan teman yang buruk juga ada dua kemungkinan yang kedua-duanya buruk. Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memeproleh kejelakan yang dilakukan teman kita. Syaikh As Sa’di rahimahulah juga menjelaskan bahwa berteman dengan teman yang buruk memberikan dampak yang sebaliknya. Orang yang bersifat jelek dapat mendatangkan bahaya bagi orang yang berteman dengannya, dapat mendatangkan keburukan dari segala aspek bagi orang yang bergaul bersamanya. Sungguh betapa banyak kaum yang hancur karena sebab keburukan-keburukan mereka, dan betapa banyak orang yang mengikuti sahabat-sahabat mereka menuju kehancuran, baik mereka sadari maupun tidak. Oleh karena itu, sungguh merupakan nikmat Allah yang paling besar bagi seorang hamba yang beriman yaitu Allah memberinya taufik berupa teman yang baik. Sebaliknya, hukuman bagi seorang hamba adalah Allah mengujinya dengan teman yang buruk. (Bahjatu Qulubil Abrar, 185)

Kebaikan Seseorang Bisa Dilihat Dari Temannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan teman sebagai patokan terhadapa baik dan buruknya agama seseorang. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar memilih teman dalam bergaul. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Jangan Sampai Menyesal di Akhirat

Memilih teman yang jelek akan menyebakan rusak agama seseorang. Jangan sampai kita menyesal pada hari kiamat nanti karena pengaruh teman yang jelek sehingga tergelincir dari jalan kebenaran dan terjerumus dalam kemaksiatan. Renungkanlah firman Allah berikut :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)
Lihatlah bagiamana Allah menggambarkan seseorang yang teah menjadikan orang-orang yang jelek sebagai teman-temannya di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi.

Sifat Teman yang Baik

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata :

وفى جملة، فينبغى أن يكون فيمن تؤثر صحبته خمس خصال : أن يكون عاقلاً حسن الخلق غير فاسق ولا مبتدع ولا حريص على الدنيا

Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut : orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia” (Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36).

Kemudian beliau menjelaskan : “Akal merupakan modal utama. Tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang bodoh. Karena orang yang bodoh, dia ingin menolongmu tapi justru dia malah mencelakakanmu. Yang dimaksud dengan orang yang berakal adalah orang yang memamahai segala sesuatu sesuai dengan hakekatnya, baik dirinya sendiri atau tatkala dia menjelaskan kepada orang ain. Teman yang baik juga harus memiliki akhlak yang mulia. Karena betapa banyak orang yang berakal dikuasai oleh rasa marah dan tunduk pada hawa nafsunya, sehingga tidak ada kebaikan berteman dengannya. Sedangkan orang yang fasik, dia tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Orang yang tidak mempunyai rasa takut kepada Allah, tidak dapat dipercaya dan engkau tidak aman dari tipu dayanya. Sedangkan berteman denagn ahli bid’ah, dikhawatirkan dia akan mempengaruhimu dengan kejelekan bid’ahnya. (Mukhtashor Minhajul Qashidin, 2/ 36-37)

Hendaknya Orang Tua Memantau Pergaulan Anaknya

Kewajiban bagi orang tua adalah mendidik anak-anaknya. Termasuk dalam hal ini memantau pergaulan anak-anaknya. Betapa banyak anak yang sudah mendapat pendidikan yang bagus dari orang tuanya, namun dirusak oleh pergaulan yang buruk dari teman-temannya. Hendaknya orangtua memeprhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya, karena setap orang tua adalah pemimpin bagikeluarganya, dan setiap pemimpin kan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Allah Ta’ala juga berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan “ (At Tahrim:6).

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan keluaraga kita dari pengaruh teman-teman yang buruk dan mengumpulkan kita bersama teman-teman yang baik.