Archive for April, 2012

Pembukaan dan Perpanjangan Beasiswa Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rahmat

telah dibuka beasiswa Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rahmat, dengan ketentuan sebagai berikut :

Syarat – syarat pengajuan permohonan :

  1. Mahasiswa/i berkebangsaan Indonesia
  2. Bidang Jurusan :
    • S1  :  Teknik, MIPA, Pertanian, Perikanan, Kehutanan, dan Kedokteran.
    • D3  :  Politeknik
  3. Minimum semester III (tiga) atau tahun ajaran kedua.
  4. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terakhir :
  5. Program S1  : 2.95
    • Program D3  : 2.75
  6. Prioritas beasiswa akan diberikan kepada peserta yang telah menerima beasiswa tahun ajaran sebelumnya.
  7. Dari keluarga berpenghasilan rendah, dibuktikan dengan surat keterangan penghasilan orang tua, dan/surat keterangan
    dari kelurahan.
  8. Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga atau instansi lain.
  9. Mengisi formulir permohonan beasiswa YPKAAR dan diserahkan ke Direktorat Kemahasiswaan IPB
    selambat-lambatnya tanggal 15 Juni 2012.

Besar beasiswa :

beasiswa ditetapkan sebesar Rp. 325.000/bln terhitung mulai bulan agustus 2012 s/d juli 2013 dan diberikan secara langsung tiap 3 bulan/triwulan.
kelanjutan pemberian beasiswa tergantung pada prestasi mahasiswa di semester yang sedang berjalan dan keputusan penilaian team YPKAAR.

Kewajiban Penerima Beasiswa :

  1. Memberikan copy Indeks Prestasi tiap semester ke Direktorat Kemahasiswaan IPB.
  2. Membuat tanda terima beasiswa yang telah disediakan oleh Yayasan Kasih A&A Rachmat.

formulir bisa didwonload disini

————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Beasiswa Van Deventer-Maas Stichting 2012

Beasiswa ditujukan untuk D3. S1, dan S2 dari beberapa disiplin ilmu berikut :

Akuntansipertanian/perikananbiologi

kimia

komunikasi

matematika

fisika

ekonomipendidikanTeknik

Bahasa Inggris

Financial management

teknologi

Health/medicineHotel managementinformatika

Information Technology?ICT

manajemen

pariwisata

 

Jangka Waktu

1. beasiswa dimulai dari tahun ke dua

2. untuk D3 diberikan dari tahun ke 2sampai tahun ke 3

3. untuk S1 diberikan dari tahun ke 2 sampai ke 4

4. untuk S2 diberikan pada tahun ke dua

Persyaratan :

S1&D3

1. Umur maks 27 tahun

2. IPK Min 3.00

3. Keterangan pendapatan orangtua dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) stempel kelurahan

4. Foto kopi KTM dan KK

5. Fotokopi transkript terakhir

6. Surat rekomendasi dari Dekanat

7. motivational letter (1 halaman) ditulis dalam bahasa inggris, A4, Times New Roman font 12, 1 spasi

8. 2 buah fotokopi rekening listrik dan rekening telepon terakhir

9. 1 buah fotokopi buku rekening bank

10. 1 buah foto of 3 x 4 (untuk application form)

Pengumpulan berkas paling lambat tanggal 20 April 2012 di Loket Kemahasiswaan IPB.

Formulir dapat diambil di direktorat kemahasiswaan atau dapat diunduh disini.

 

Informasi lebih lanjut :

Direktorat kemahasiswaan IPB atau klik www.vandeventermaas.org

Untuk Mahasiswa Program Diploma IPB dapat menghubungi Dr. Suwarno (Wadir Kemahasiswaan)

Sungguh siapa saja yang memperhatikan nash-nash al-Qur’an dan Sunnah, maka akan mendapati perhatian Islam terhadap persoalan wanita, penjagaan hak-haknya, dan peringatan keras bagi yang berbuat zhalim kepadanya.

Islam memerintahkan untuk bermuamalah dengan wanita secara baik, sesuai dengan batasan-batasan yang agung, aturan-aturan yang lurus, dan peringatan yang keras kepada mereka yang berbuat zhalim terhadapnya. Allah berfirman, artinya, “Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS. al-Baqarah: 229)

Wanita dalam naungan Islam sesungguhnya berada dalam kehidupan yang mulia. Islam memuliakan mereka, apapun kedudukannya, baik sebagai ibu, anak, saudara perempuan, bibi, istri maupun wanita asing. Beberapa bentuk pemuliaan Islam terhadap wanita dapat kami jelaskan sebagai berikut :

1. Mengistimewakan anak perempuan
Rasulullah bersabda dalam hadits Anas,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتىَّ تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ القِياَمَةِ أَناَ وَهُوَ كَهَاتَيْنِ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa mengurus dua anak perempuan hingga baligh, akan datang pada hari kiamat saya dan dia seperti ini (Rasulullah merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya).” (HR. Muslim, no, 2631 dari hadits Anas bin Malik)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ وَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَاباً مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempun dan bersabar atas mereka dan memberikan mereka pakaian dari hasil usahanya maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari nereka” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, no. 76)

Beliau juga bersabda,

مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan dia tetap berbuat baik kepada mereka, anak-anak perempuan tersebut akan menjadi tameng dari api Neraka” (HR. Muslim, no.6862)

2. Memuliakan Ibu
Syariat Islam sangat menekankan untuk memuliakan ibu dengan kemuliaan khusus, menganjurkan untuk senantiasa berbakti dan berbuat baik kepada ibu. Senantiasa membantunya, tidak lupa mendoakannya. Dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang menyakiti ibu. Allah berfirman,

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. al-Isra’: 23)

Islam sangat mendahulukan berbuat baik kepada ibu lebih dari bapak. Dalam hadits Abu Hurairah disebutkan bahwa ada seorang lelaki bertanya, “Kepada siapa aku berbuat baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu” “kemudian siapa?,” “Ibumu,” “kemudian siapa?,” “Ibumu,” “kemudian siapa?,” “Ayahmu”. (HR. al-Bukhari, no. 5971, Muslim, no. 2548)

Bahkan Islam melarang menyakiti orang tua dalam segala bentuknya. Allah berfirman, artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. al-Isra’: 23)

Rasulullah juga bersabda,

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

“Apakah kalian mau aku beritahu dosa besar yang paling besar?” Beliau menyatakannya tiga kali. Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah”. Maka Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua.” (HR. al-Bukhari, no. 2460 dan Muslim, no. 126)

3. Memperhatikan Istri
Seorang istri mempunyai hak dan kedudukan yang agung, mendapat perlakuan yang maruf, dan lemah lembut dari sang suami. Rasulullah bersabda,

أَلاَ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٍ عِنْدَكُمْ

“Berbuat baiklah kalian terhadap istri kalian, karena mereka itu hanyalah seperti tawanan di sisi kalian.” (HR. at-Tirmidzi)

Beliau juga bersabda,

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya.”(HR. at-Tirmizi, no. 1162)

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” [HR. Muslim, no 1469]

4. Memperhatikan Saudara perempuan dan bibi
Rasulullah bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُوْصِيْكُمْ بِأُمَّهَاتِكُم ثَلاَثاً ، إِنَّ اللَّهَ يُوصِيْكُمْ بِآباَئِكُمْ إِنَّ اللَّهَ يُوْصِيْكُمْ بِالأَقْرَبِ فَالأَقْرَبِ

“Sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu-ibu kalian (tiga kali), Sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada bapak-bapak kalian, sesungguhnya Allah berwasiat untuk berbuat baik dengan keluarga yang terdekat kemudian yang dekatnya lagi.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad:60)

لاَ يَكُونُ لأَحَدِكُمْ ثَلاَثُ بَنَاتٍ أَوْ ثَلاَثُ أَخَوَاتٍ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِنَّ إِلاَّ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Tidaklah kalian memiliki 3 anak perempuan atau 3 saudara perempuan, kemudian kalian berbuat baik kepada mereka kecuali kalian akan masuk Surga.”(HR. at-Tirmidzi, no 1912)

الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنَ اللَّهِ، مَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللَّهُ

“Sesungguhnya orang yang masih punya hubungan keluarga adalah kerabat erat dari Allah, Barangsiapa yang menyambungnya maka Allah akan menyambungnya, dan barang siapa yang memutusnya maka Allah akan memutusnya.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad: 55)

5. Memperhatikan wanita lain (bukan keluarga)
Islam pun memperhatikan wanita di luar keluarga. Sebagai contoh Rasulullah menganjurkan membantu janda dalam sabdanya,

السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ كَالْقَائِمِ الَّذِي لَا يَفْتُرُ أَوْ كَالصَّائِمِ الَّذِي لَا يُفْطِرُ

“Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin maka dia seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang shalat malam tidak pernah lelah atau se- perti orang yang puasa siang hari tidak berbuka.”(HR. al-Bukhari, no. 6007, Muslim, no. 2982)

6. Memberikan hak bagi wanita untuk memilih suami
Rasulullah bersabda,

لاَ تُنْكَحُ الأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ إِذْنُهَا قَالَ أَنْ تَسْكُتَ

“Tidak boleh menikahkan seorang janda sebelum dimusyawarahkan de- ngannya dan tidak boleh menikahkan anak gadis (perawan) sebelum meminta izin darinya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mengetahui izinnya?” Beliau menjawab, “De- ngan sikap diamnya.” (HR. al-Bukhari, no. 5136 dan Muslim, no. 1419)

Sungguh tidak ada ajaran selain Islam yang memuliakan wanita seperti ini. Benarlah Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.

[Sumber: Diterjemahkan secara bebas dari kitab: “al-Mabadiul Ammah limakanatil mar’ah fil Islam (Syamilah),” penulis Dr. Husain bin Abdul Aziz Alu Syaikh (Imam dan Khatib serta pengajar di Masjid Nabawy, Madinah al-Munawarah)]

LOMBA MENULIS ARTIKEL POPULER/OPINI DI KORAN

Alternatif Tema:

  • Pangan Rakyat: Soal Hidup atau Mati
  • Pembangunan SDM Pertanian dan Masa Depan Pendidikan Tinggi Pertanian di Indonesia
  • Tantangan global dan optimalisasi potensi pertanian, perikanan, kelautan, peternakan, perkebunan dan kehutanan sebagai penghela pembangunan ekonomi nasional

PersyaratanPeserta :

  1. Sivitas Akademika IPB (Dosen, Peneliti dan Mahasiswa)
  2. Melampirkan copy identitas (copy Kartu Pegawai/KTM)
  3. Melampirkan Biodata

Tata Cara Pengiriman KaryaTulis :

  1. Karya tulis dikirimkan dalam bentuk hard copy dan softcopy
  2. Karyatulis (hardcopy-sebanyak 3 eksemplar) dimasukkan dalam amplop tertutup dan dikirimkan ke Kantor HUMAS – SEKRETARIAT EKSEKUTIF d/a Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai Dasar, Kampus IPB Dramaga, sedangkan naskah dalam bentuk softcopy diemail melalui humas_se@ipb.ac.id
  3. Padakiri atas amplop ditulis “LOMBA MENULIS ARTIKEL POPULER/OPINI DI KORAN– 60 TAHUN KAMPUS IPB BARANANG SIANG”
  4. Karya tulis ditunggu paling lambat tanggal 20 April 2012 pukul 16.00 WIB untuk pengiriman hardcopy dan pengiriman softcopy melalui email panitia paling lambat 20 April 2012 pukul 22.00 WIB

 

Ketentuan Penulisan dan Lomba :

  1. Karya tulis memiliki manfaat bagi pengembangan pengetahuan tentang pembangunan pertanian dan pendidikan tinggi pertanian.
  2. Karya tulis juga diharapkan dapat menambah pemahaman masyarakat tentang nilai penting pertanian dalam pembangunan kesejahteraan dan ekonomi bangsa
  3. Bentuk tulisan popular dan tidak dalam bentuk makalah ilmiah, dengan gaya bahasa seperti tulisan opini di Koran.
  4. Penilaian meliputi: kejelasan deskripsi masalah, kesesuaian isi tulisan dengan tema, dan memberikan solusi atas permasalahan yang timbul.
  5. Panjang tulisan antara 4000-6000 karakter, disajikan dalam font Times New Roman 12 pt, spasi 1,5 dan ukuran kertas A4.
  6. Karya tulis harus asli, bukan saduran atau terjemahan.
  7. Karya tulis belump ernah/tidak sedang diikutkan dalam penulisan lainnya dan belum pernah dipublikasikan di media massa manapun.
  8. Karya tulis yang masuk menjadi hak panitia dan berhak dipublikasikan di media massa dengan menyertakan identitas penulis.
  9. Juri terdiri dari dosen IPB dan pimpinan redaksi Koran nasional.
  10. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan komunikasi/surat-menyurat.
  11. Pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah direncanakan akan dilakukan pada acara peresmian Gedung Kuliah Bersama dan peringatan 60 Tahun Peletakan Batu Pertama Kampus IPB Baranang Siang tanggal 27 April 2012.

Hadiah Lomba :

Peserta Dosen/Peneliti :

  1. Juara I  : Rp  7.500.000,- dan piagam penghargaan
  2. Juara II : Rp  5.000.000,- dan piagam penghargaan
  3. Juara III : Rp  2.500.000,- dan piagam penghargaan

(pajak hadiah ditanggung pemenang)

Peserta Mahasiswa :

  1. Juara I  :Rp  7.500.000,- dan piagam penghargaan
  2. Juara II :Rp  5.000.000,- dan piagam penghargaan
  3. Juara III :Rp  2.500.000,- dan piagam penghargaan

(pajak hadiah ditanggung pemenang)

Setiap karya tulis diluar pememang lomba yang dapat dimuat di Koran akan diberikan insentif sebesarRp 500.000,-.

Panitia :
Bidang Humas Sekretariat Eksekutif IPB
Gedung Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt Dasar
Telp. 0251-8425635
Devi Rachmawati, S.Kom. – 08568801007
Rachman Hadi M, ST. – 085692422984