Archive for February, 2012

EKSPLORASI DAN INOVASI SUMBER PROTEIN UNTUK PENGUATAN SAINS DAN TEKNOLOGI
(Jember, 6-8 Juli 2012)

Potensi sumber alam penghasil pro-tein yang berasal dari Indonesia menjadi salah satu potensi utama dan perlu perhatian khusus dari berbagai bidang ilmu, termasuk kemungkinan eksplorasi atau dihasilkannya protein-protein baru melalui mekanisme atau metoda baru. Untuk mendukung hal tersebut, perkembangan bidang rekayasa protein di Indonesia merupakan tantangan yang menarik bagi para peneliti. Sehingga komunikasi dan kolaborasi secara nasional atau internasional di antara institut/lembaga/grup penelitian yang berfokus dalam penelitian rekayasa protein adalah sangat penting dalam mendukung perkembangan teknologi rekayasa protein khususnya di Indonesia. Bidang-bidang ilmu penunjang rekayasa protein di antaranya adalah kimia, mikrobiologi, genetik, bioinformatika dan komputasi.

Berbasiskan kepentingan terhadap pengembangan ilmu khususnya bidang rekayasa protein, maka Indonesian Protein Society (IPS) selaku suatu organisasi profesi yang mewadahi para pengajar, peneliti dan pemer-hati di bidang protein akan melakukan seminar nasional dan kongress dengan target untuk menyebarkan dan pertukaran berbagai infor-masi baik dari hasil penelitian, strategi dan pelaksanaan program yang berkaitan dengan bidang protein.

Ruang Lingkup

Ruang Lingkup keilmuan atau teknologi di bidang pertanian/pangan, kesehatan (kedokteran dan farmasi), industri / lingkungan serta berbagai ilmu rekayasa/teknik yang berkaitan dengan protein.

TUJUAN

1. Menghimpun berbagai informasi dari berba-gai pihak sehingga anggota IPS dapat saling bertukar wawasan tentang perkem-bangan penelitian dan teknologi yang ber-kaitan dengan bidang protein
2. Menyamakan persepsi tentang pengembangan bidang protein dan penerapannya yang selalu berkembang di masyarakat Indonesia dan Internasional agar bisa sebagai patokan untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah dan masyarakat
3. Membahas penataan organisasi IPS (Indonesian Protein Society)

PESERTA

Seminar dan Kongres IPS dibatasi untuk 300 orang dari seluruh wilayah Indonesia meliputi Peneliti / Dosen (instansi negeri dan swasta, Mahasiswa S1-S3, Kalangan Industri, Pemerintah Daerah, Pemerhati yang berkompeten terhadap bidang Pangan, Pertanian, Kedokteran, Farmasi, Kesehatan dan berbagai ilmu rekayasa/teknik yang berkaitan dengan protein atau life-sciences.

Pembicara

Panitia akan mengundang sebagai Invited Speaker dan pembicara tamu baik yang berasal dari dalam dan luar negeri yang berasal dari lembaga riset dan perguruan tinggi, sebagai berikut :
1. Prof. Yuji Goto (Osaka University, Japan)
2. Prof. Tomohiko Yamazaki (National Institute for Materials Science, Japan)
3. Prof. Teruna Siahaan (Kansas University, US)
4. Prof. Nico Tjandra (NIH, US)
5. Prof. Dr. Maggy Thenawidjaja Suhartono (IPB, Indonesia)
6. Prof. Ir. Bambang Sugiharto, M.Agr.Sc. (UNEJ, Indonesia)

Selain pembicara undangan, akan dilakukan sesi-sesi oral dan poster berdasar kelompok bidang ilmu pertanian/pangan, kesehatan/farmasi, industri/lingkungan serta berbagai ilmu rekayasa/teknik yang berkaitan.

 

Unduh brosur di sini

Minyak mentah atau crude oil adalah cairan coklat kehijauan sampai hitam yang terutama terdiri dari karbon dan hidrogen. Teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan asal-usul minyak bumi adalah “organic source materials”. Teori ini menyatakan bahwa minyak bumi merupakan produk perubahan secara alami dari zat-zat organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengendap selama ribuan sampai jutaan tahun. Akibat dari pengaruh tekanan, temperatur, kehadiran senyawa logam dan mineral serta letak geologis selama proses perubahan tersebut, maka minyak bumi akan mempunyai komposisi yang berbeda di tempat yang berbeda.

Komposisi Minyak Bumi
Minyak bumi memiliki campuran senyawa hidrokarbon sebanyak 50-98% berat, sisanya terdiri atas zat-zat organik yang mengandung belerang, oksigen, dan nitrogen serta senyawa-senyawa anorganik seperti vanadium, nikel, natrium, besi, aluminium, kalsium, dan magnesium. Secara umum, komposisi minyak bumi terdiri dari Karbon (C) 84 – 87%, Hidrogen (H) 11 – 14%, Sulfur (S) 0 – 3%, Nitrogen (N) 0 – 1%, Oksigen (O) 0 – 2%.

Berdasarkan kandungan senyawanya, minyak bumi dapat dibagi menjadi golongan hidrokarbon dan non-hidrokarbon serta senyawa-senyawa logam.

1. Hidrokarbon
Golongan hidrokarbon-hidrokarbon yang utama adalah parafin, olefin, naften, dan aromatik.

1.1. Parafin
adalah kelompok senyawa hidrokarbon jenuh berantai lurus (alkana), CnH2n+2. Contohnya adalah metana (CH4), etana (C2H6), n-butana (C4H10), isobutana (2-metil propana, C4H10), isopentana (2-metilbutana, C5H12), dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana, C8H18). Jumlah senyawa yang tergolong ke dalam senyawa isoparafin jauh lebih banyak daripada senyawa yang tergolong n-parafin. Tetapi, di dalam minyak bumi mentah, kadar senyawa isoparafin biasanya lebih kecil daripada n-parafin.

1.2. Olefin
Olefin adalah kelompok senyawa hidrokarbon tidak jenuh, CnH2n. Contohnya etilena (C2H4), propena (C3H6), dan butena (C4H8).

1.3. Naften
Naften adalah senyawa hidrokarbon jenuh yang membentuk struktur cincin dengan rumus molekul CnH2n. Senyawa-senyawa kelompok naften yang banyak ditemukan adalah senyawa yang struktur cincinnya tersusun dari 5 atau 6 atom karbon. Contohnya adalah siklopentana (C5H10), metilsiklopentana (C6H12) dan sikloheksana (C6H12). Umumnya, di dalam minyak bumi mentah, naftena merupakan kelompok senyawa hidrokarbon yang memiliki kadar terbanyak kedua setelah n-parafin.

1.4. Aromatik
Aromatik adalah hidrokarbon-hidrokarbon tak jenuh yang berintikan atom-atom karbon yang membentuk cincin benzen (C6H6). Contohnya benzen (C6H6), metilbenzen (C7H8), dan naftalena (C10H8). Minyak bumi dari Sumatera dan Kalimantan umumnya memiliki kadar aromat yang relatif besar.

2. Non Hidrokarbon
Selain senyawa-senyawa yang tersusun dari atom-atom karbon dan hidrogen, di dalam minyak bumi ditemukan juga senyawa non hidrokarbon seperti belerang, nitrogen, oksigen, vanadium, nikel dan natrium yang terikat pada rantai atau cincin hidrokarbon. Unsur-unsur tersebut umumnya tidak dikehendaki berada di dalam produk-produk pengilangan minyak bumi, sehingga keberadaannya akan sangat mempengaruhi langkah-langkah pengolahan yang dilakukan terhadap suatu minyak bumi.

2.1. Belerang
Belerang terdapat dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S), belerang bebas (S), merkaptan (R-SH, dengan R=gugus alkil), sulfida (R-S-R’), disulfida (R-S-S-R’) dan tiofen (sulfida siklik). Senyawa-senyawa belerang tidak dikehendaki karena :
a. menimbulkan bau tidak sedap dan sifat korosif pada produk pengolahan.
b. mengurangi efektivitas zat-zat bubuhan pada produk pengolahan.
c. meracuni katalis-katalis perengkahan.
d. menyebabkan pencemaran udara (pada pembakaran bahan bakar minyak, senyawa belerang teroksidasi menjadi zat-zat korosif yang membahayakan lingkungan, yaitu SO2 dan SO3).

2.2. Nitrogen
Senyawa-senyawa nitrogen dibagi menjadi zat-zat yang bersifat basa seperti 3-metilpiridin (C6H7N) dan kuinolin (C9H7N) serta zat-zat yang tidak bersifat basa seperti pirol (C4H5N), indol (C8H7N) dan karbazol (C12H9N). Senyawa-senyawa nitrogen dapat mengganggu kelancaran pemrosesan katalitik yang jika sampai terbawa ke dalam produk, berpengaruh buruk terhadap bau, kestabilan warna, serta sifat penuaan produk tersebut.

2.3. Oksigen
Oksigen biasanya terikat dalam gugus karboksilat dalam asam-asam naftenat (2,2,6-trimetilsikloheksankarboksilat, C10H18O2) dan asam-asam lemak (alkanoat), gugus hidroksi fenolik dan gugus keton. Senyawa oksigen tidak menyebabkan masalah serius seperti halnya senyawa belerang dan senyawa nitrogen pada proses-proses katalitik.

3. Senyawa logam
Minyak bumi biasanya mengandung 0,001-0,05% berat logam. Kandungan logam yang biasanya paling tinggi adalah vanadium, nikel dan natrium. Logam-logam ini terdapat bentuk garam terlarut dalam air yang tersuspensi dalam minyak atau dalam bentuk senyawa organometal yang larut dalam minyak. Vanadium dan nikel merupakan racun bagi katalis-katalis pengolahan minyak bumi dan dapat menimbulkan masalah jika terbawa ke dalam produk pengolahan.

 

Sumber : Buku Pintar Migas

1. Universitas Kelas Dunia (World Class University)

WCUIPB

 

Insitut Pertanian Bogor meraih peringkat 119 Asia dan 600+ Dunia (QS World University Ranking)

Institut Pertanian Bogor merupakan Top 5 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia bersama-sama dengan UI, UGM, ITB dan UNAIR

 

2. Perguruan Tinggi Paling Inovatif di Indonesia

inov

 

klik 131 Inovasi IPB

100 Indonesia Innovations : 21% inovasi berasal dari IPB

101 Indonesia Innovations : 23% inovasi berasal dari IPB

102 Indonesia Innovations : 50% inovasi berasal dari IPB

103 Indonesia Innovations : 32% inovasi berasal dari IPB

 

 

 

3. Keunggulan Akademik dan Riset

ngajar

 

4. Universitas Berwawasan Kewirausahaan

Dengan kurikulum yang dilengkapi dengan mata kuliah kewirausahaan, IPB telah menghasilkan banyak mahasiswa yang sukses berwirausaha. Pada Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan tahun 2012, kelompok yang didanai sejumlah 191 kelompok.

Berikut beberapa wirausahawan muda alumni IPB yang sukses di bidangnya:

Ance Trio Marta

Jutawan Bawal

Juara I Wirausaha Muda Mandiri Nasional  2009

Usia 24 Tahun

Omzet Ratusan Juta Rupiah

Gigin Mardiansyah

Juragan Boneka Horta

Usia 26 Tahun

Omzet Ratusan Juta Rupiah

Elang Gumilang

Si Raja Properti

Juara I Wirausaha Muda Mandiri Tingkat Nasional 2007

Umur 25 Tahun

Omzet Usaha Rp 200 Milyar

ance gigin

5. Berkualitas dan Terakreditasi Internasional

QUALITY
  • IPB merupakan salah satu dari hanya 5 PTN yang memperoleh AKREDITASI INSTITUSI A (Sangat Baik)
  • IPB merupakan satu dari 10 PTN yang telah mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal PTN
  • Dalam proses (in process) akreditasi internasional :
    • Fakultas Kedokteran Hewan
    • Departemen Teknologi Industri Pertanian
  • Dari 36 Program Studi Sarjana
    • 34 (94%) Terakreditasi A oleh BAN-PT Kemdikbud
    • 2 (6%) Terakreditasi B oleh BAN-PT Kemdikbud
  • Lab. Terakreditasi Internasional ISO 17025 & Unit Kerja dengan ISO 9001

6. Kampus Hijau dan Dinamis

 green
  • Peringkat 2 Green Metric World University Ranking Perguruan Tinggi di Indonesia
  • Juara I Green Living Movement : Kompas Kampus & Tupperware 2011

green

  g2

 

7. Kesempatan Bekerja yang Lebih Luas

MASA KERJA bk
industi PO1